Stop Meracuni Anak dengan Lagu-Lagu Dewasa

Oleh: Anjar

Pada zaman sekarang ini, musik sepertinya tidak lagi bisa dikonsumsi oleh semua elemen masyarakat, terutama anak-anak. Sebab, hilangnya lagu anak-anak dan boomingnya lagu-lagu dewasa, menjadi salah satu penyebab utama. Jika dahulu mereka masih diperdengarkan dengan lagu dan lirik yang seusianya, sekarang justru sangat jarang ditemukan.

Hal ini bisa menjadi teguran bagi pertelevisian Indonesia yang di mana banyak acara-acara musik di dalamnya. Sebab yang saya lihat, acara musik hanya diperuntukkan untuk penonton dewasa saja. Padahal, tidak hanya masyarakat dewasa saja yang menonton acara tersebut, sebagian juga anak-anak. Memang tidak salah, tetapi dengan musik yang liriknya menjerumus ke bahasa dewasa seperti jatuh cinta, sakit hati, patah hati dan sebagainya lah yang menjadi permasalahan.

Entah apa sebenarnya yang membuat hilangnya lagu anak-anak di Indonesia. Dari pandangan saya prbadi, ini terjadi karena lagu dewasa sekarang lebih laku ketimbang lagu anak-anak. Jika dahulu artis cilik seperti Joshua Suherman, Tinaton dan lainnya terkenal karena membawakan lagu anak-anak, sekarang justru anak-anak terkenal karena membawakan lagu orang dewasa. Bahkan saya sempat melihat ada salah satu acara pencarian bakat penyanyi anak-anak, tidak satu pun dari mereka membawakan lagu anak-anak.

Miris? Iya tentu, namun jika tidak ada kesadaran dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat, tentu saja ini akan terus berlanjut. Jangan heran jika banyak anak-anak sekarang bertingkah layaknya orang dewasa, mengikuti gaya hidup orang dewasa, dan berbicara seperti orang dewasa. Itu semua timbul karena pengaruh dari masyarakat dan lingkungan di sekelilingnya. Mereka hanya mengikuti arus, jika air di lingkungan mereka jernih mereka akan tetap jernih, namun jika air itu keruh ya mereka juga akan ikut keruh.

Sumber: https://anjars3njar.blogspot.com/2018/04/musik-menjadi-ancaman-bagi-anak.html