Napak Tilas Sejarah Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta adalah salah satu ikon wisata di ibukota.  Kawasan seluas 1,3 kilometer persegi yang merupakan pusat perdagangan sejak abad ke-16 ini dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Old Batavia).  Landscape bangunan-bangunannya selain unik juga menyimpan nilai historis yang tinggi.  Penikmat sejarah dan pecinta fotografi sangat senang mengunjungi tempat ini.

Tak berlebihan jika outing Homeschooling biMBA pada tanggal 18 Maret 2015 menjatuhkan pilihan destinasinya ke 3 museum yang ada di Kota Tua.  Selain mengenal jejak sejarah, wawasan homeschooler juga akan bertambah.

Rombongan berangkat pukul 09.00 WIB.  Setibanya di lokasi, rombongan langsung menuju ke Museum Sejarah Jakarta atau biasa dikenal sebagai Museum Fatahilah yang ada di Jalan Taman Fatahillah No.2 Jakarta Barat.  Museum yang menjadi tujuan pertama outing Homeschooling biMBA ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Jakarta. Setelah membeli tiket dan dipandu oleh Kak Dzikri, rombongan menelusuri seluruh ruangan untuk mempelajari sejarahnya.  Pada era penjajahan Belanda, museum ini memiliki fungsi sebagai balai kota karena ada ruangan pertemuan,  ruang pengadilan dan penjara bawah tanah yang sempit dan mengerikan. Selain itu, terdapat pula prasasti, arca, lukisan, senjata perang dan berbagai furnitur antik seperti meja bundar.  Kelar berkeliling Museum Fatahillah, rombongan mengambil waktu untuk beristirahat karena telah tiba waktu sholat dan makan siang.

Setelah mendapat amunisi tenaga, rombongan beranjak ke Museum Wayang Jakarta. Museum yang menempati sebuah bangunan tua  itu berada di Jl.Pintu Besar Utara 27, wilayah Kota Tua Jakarta Barat. Hanya berjarak beberapa meter dari Museum Sejarah Jakarta. Kak Irfan, pemandu rombongan Homeschooling biMBA memberikan penjelasan tentang berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia yang menjadi koleksi museum.  Bahan pembuat wayang sangatlah beragam.  Ada yang dari kulit, kayu, kardus dan lain-lain. Koleksi Museum Wayang tidak terbatas pada wayang saja, namun juga topeng, gamelan dan berbagai boneka internasional.  Homeschooler terlihat antusias ketika pemandu wisata mengarahkan cahaya lampu ke arah wayang dan kemudian muncul bayangan wayang tersebut dengan tekstur yang lebih detail.

Panasnya cuaca tidak menyurutkan semangat rombongan untuk melanjutkan perjalanan. Setelah mengambil nafas sejenak, homeschooler pun berjalan menuju Museum Bank Mandiri yang berlokasi di Jl.Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Barat.   Di museum ini terdapat sarana dan prasarana yang digunakan oleh perbankan tempo dulu seperti mesin ATM, alat tulis, komputer, telepon, buku kas besar, surat berharga, brankas dan benda-benda perbankan dari masa ke masa.

Setelah puas berkeliling Kota Tua Jakarta, rombongan bergegas ke halte Trans Jakarta untuk kembali pulang ke rumah dengan membawa oleh-oleh jejak sejarah penuh makna.(Nik/SHP/ASM)

Istirahat Setelah dari Museum Fatahilah Kota Tua
Istirahat Setelah dari Museum Fatahilah Kota Tua
Semangat Menuju Museum Selanjutnya
Semangat Menuju Museum Selanjutnya
Berfoto di dalam Museum Wayang
Berfoto di dalam Museum Wayang
Salah Satu Koleksi Museum Bank Mandiri
Salah Satu Koleksi Museum Bank Mandiri
Serunya Naik Trans Jakarta
Serunya Naik Trans Jakarta